Buku Tentang Gadis Budak Nigeria

Novel Gadis Budak

Felenza, sebuah penyakit yang menyebar bak sampar, di Ibuza, Nigeria, awal Abad 20. Orang-orang gagah, tinggi, kuat, petani produktif yang menghidupi diri dengan ketela pohon, umbi-umbian, serta giat menghidupi sanak keluarga, perlaya dan tumbang satu per satu. Hingga hanya menyisakan para wanita lemah, kurus, dan hilang harapan.

Di perjalanan waktu, beberapa wanita pun harus ikut ke alam baka —menjemput suami mereka yang telah wafat oleh penyakit ganas itu.

Wabah mematikan itu seperti buta pilihan. Justru yang selamat, adalah sejumlah orang tak produktif, pemalas, tetapi dengan ego tinggi. Di pusaran nasib seperti itulah, seorang bocah perempuan, dengan tato bayam di wajah cokelatnya, bernama “Alice” Ogbanje Ojebeta berjibaku untuk hidup. Nama Alice itu, tak lain nama Eropa, setelah Agama Kristen masuk via para misionaris —tetapi segera lenyap kembali paska “pembunuhan besar-besaran” orang kulit putih di Afrika Barat itu.

Soal nama, bagi orang-orang Ibuza, di Nigeria, Afrika, bukan main-main. Mereka boleh jadi apa saja, sebagai majikan kaya atau budak hina sekalipun, tetapi setiap kepala selalu punya nama hebat, sebagai bentuk penghormatan yang utama.

Sayang, nasib jelek justru mematahkan namanya yang bagus itu.

Gadis kecil itu dijual kakaknya, bernama Okolie —yang pemalas, tapi bergengsi tinggi, tak tahu cara mencari uang kecuali dengan menjual adiknya yang masih lugu.

Selama sembilan tahun, di usia yang masih bermain boneka (jika saja ia hidup di keluarga kaya), tersuruk-suruk sebagai budak. Tak perlu berpanjang kata, di manapun, seorang budak tak memiliki hak. Mereka hanya tahu dipukul rotan, dihina, dinista, dan selalu serba salah. Mereka memasang punggung untuk dipukul, ketika: berbicara terlalu pelan, atau terlalu keras; tertawa atau tidak tertawa; terlambat menghormat majikan. Serba salah. Kebetulan —atau sialnya— Alice Ogbanje Obejeta ini hidup dengan majikan pria yang tak ada hari tanpa murka, bernama Pa Palagada. Sang majikan pria ini bahkan punya rotan khusus untuk melecuti para budaknya (ukuran rotan disesuaikan dengan tubuh para budaknya).

Kalaupun ada lilin kehidupan yang membuat para budak bertahan (ada tujuh orang budak perempuan, yang hidup sebagai kawan-kawan Alice), tak lain adalah majikan perempuan mereka, bernama Ma Palagada.

Sebutan baik itu, okelah, artinya tak memberi gaji cukup, tetapi juga tak rajin memukul. Sekurangnya, para gadis budak ini masih bisa makan kenyang. Dalam perjalanan, para gadis budak itu juga meraih manfaat tambahan non materi. Antara lain: keterampilan berdagang kain. Kelincahan dalam jahit menjahit. Tahu memasak. Dan yang jauh lebih penting: beragama Kristen. Sehingga para budak tahu “tata krama manusia beradab”.

Lika-liku hidup selalu menuju ke arah buruk. Di tengah ketidakberuntungan itupun, sekali lagi guratan takdir nahas berlangsung. Ma Palagada (yang jadi pelindung minimal para gadis budak), malah sakit-sakitan. Kerap masuk rumah sakit, dan meninggalkan “anak asuh yang sudah dibelinya” itu. Ruang kosong tanpa Ma Palagada, seperti pesta meriah bagi para majikan yang lain. Adalah Victoria (puteri sulung Ma Palagada), yang galak tak kenal ampun. Ia keranjingan memukuli, menghardik, dan menyuruh-nyuruh para gadis budak sekehendak otak. Ditambah lagi, dengan Pa Palagada, majikan laki-laki, yang diam-diam menghamili salah satu gadis budak, yang bernama Chiago.

Masih ada lagi, sebenarnya, yaitu anak lelaki pasangan Suami Isteri Palagada itu, bernama Clifford. Tapi, seiring kedewasaan yang tumbuh, Clifford tak lagi galak, malah terkesan santun. Beda dengan wataknya ketika kecil dan remaja, yang seenaknya memeloroti pakaian dalam para gadis budak.

Pelan tapi pasti, Alice si gadis budak kecil tumbuh mekar. Kulitnya cokelat cerah. Tato bayam di wajahnya justru seperti magnet penarik lelaki. Clifford dan Ibu Majikan, juga jatuh hati. Keduanya mengatur siasat, agar Alice Ogbanje Objeta tampil lebih beradab. Tahu tata krama orang kaya, punya keterampilan, dan kelak bisa menjadi pedagang kain yang lihai —guna meneruskan tradisi keluarga Palagada, yang kini goncang karena pengaruh kehadiran “pajak” dari para penjajah Inggris.

Seperti botol ketempu tutupnya, siasat ini akur dengan karakter Alice, yang pekerja keras, jujur, disiplin, tak banyak bicara, dan paling santun diantara budak yang lain.

Namun goncangan seolah tak mengenal kompromi terhadap para gadis budak. Ma Palagada, sang majikan yang “agak” baik itu, meninggal dunia. Menyisakan Victoria yang memiliki dendam kesumat terhadap para budak —karena selama ini relatif dilindungi Ibu kandungnya. Demikian juga Pa Palagada, pria beringas yang hanya tahu mabuk dan marah-marah, serta menghamili salah satu budak, sangat serakah, ingin menyembunyikan seluruh harta mendiang isterinya. Keluarga itu diambang ambruk. Penulis novel ini, yang bernama Buchi Emecheta, membuat perumpamaan bagus. Ia mengatakan: sebuah rumah yang terbelah, maka tak ada alasan lagi untuk tegak. Para budak pun limbung. Mereka tak lagi punya pelindung.

Ujungnya, Alice sang gadis budak, harus kembali ke kampung halaman. Meski di sini, ia juga berbenturan dengan sejumlah masalah. Tetapi ia selamat, karena berkah sebagai budak yang beragama Kristen dan seorang pembelajar…

Catatan akhir, novel ini adalah novel sosiologi, sebagai gambaran nyata kehidupan di Nigeria. Uniknya, ada beberapa persamaan dengan tradisi Indonesia. Misalnya seorang Ibu disebut Ma, dan Bapak disebut Pa. Juga, misalnya, tentang kepercayaan bahwa ketika orang dibicarakan orang lain, lalu dia datang, maka itu pertanda panjang umur. Baca saja.

Informasi Detil Buku:
Judul : Gadis Budak
Penulis : Buchi Emecheta
Penerbit : Serambi, Jakarta, 2010
Tebal : 389 halaman
ISBN : 978-979-024-186-2

//

One thought on “Buku Tentang Gadis Budak Nigeria

  1. Numpang promo ya gan..:D

    LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 JUTA /MINGGU

    Kerja Management dari program kerja online (Online Based Data Assignment Program / O.D.A.P) MEMBUTUHKAN 200 KARYAWAN diseluruh indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya ENTRY DATA, per entry @10rb, Misal hari ini ada kiriman 200 data dari O.D.A.P yang harus di ENTRY berarti kita dapat hari ini @10Rb x 200 = 2 JUTA. Lebih Jelasnya kirimkan Nama LENGKAP & EMAIL ANDA.

    Buka Blog>> “SATRIYABISNISS”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s