Buku Tentang Kejutan dan Peristiwa Langka

Setiap hari adalah kejutan —dan sering lahir peristiwa yang sulit dinalar dengan logika umum. Heboh terbaru, tak lain aksi dramatis penyelamatan 36 orang penambang Chili, yang terpendam di kedalaman 700an meter di  dalam perut bumi. Peristiwa ini bergema hebat. Seluruh dunia tertohok! Bagaimana mungkin manusia hidup hanya dari jatah sesendok susu dan sesuap roti, selama belasan hari?

Bila itu terlalu jauh, mungkin banyak kejutan pula di sekeliling. Ketika para politisi ramai memperbincangkan beberapa nama populer sebagai calon Kapolri, sekonyong menyembul nama baru, Timur Pradopo —dan kemudian jadi! Lalu para penggembira di parlemen pun meradang, meski secepat tiupan angin langsung menghilang. Lantas belum hilang juga dari ingatan, perihal bencana banjir yang meluluh-lantakkan Wasior, di bumi Papua tercinta. Apakah dua peristiwa itu sebelumnya pernah diduga? Tak sepotong artikel pun yang bisa membuktikan adanya ramalan tentang dua peristiwa mengejutkan itu, yang ditulis sebelum peristiwanya terjadi.

Sungguh, menghadapi rangkaian peristiwa tak terduga itu akan memaksa kita mengubah pola  nalar yang selama ini bersemayam. Dan buku ini, The Black Swan, Rahasia Terjadinya Peristiwa Langka yang Tak Terduga, mengajari dengan detil. Sekaligus penuh dengan olok-olok terhadap siapa saja yang terbiasa berpikir arogan dan mendewakan pengetahuan sistematis.

Menurut Nassim Nicholas Taleb, penulis buku ini, kita terlalu lama diajari oleh para ilmuan dan para pakar tentang kecanggihan sains, prediksi, ramalan, dan rumus-rumus objektivitas (halaman prolog, xvii). Kita juga terlalau akrab dengan tabiat banjir informasi dan mengandalkan konfirmasi. Seolah, tidak ada lagi yang namanya kebetulan. Kita terjebak dalam tirani rutinitas!

Jelasnya begini: hidup terlampau optimis, kepercayaan terhadap disiplin, mengagungkan kerja keras adalah wilayah manusia yang beredar di zona nyaman, alias mediocristan. Bagus saja sebenarnya. Tetapi ingat, tak jarang sesuatu tiba-tiba terjadi dan menghajar rumus baku itu. Kejutan selalu datang tanpa diduga. Butuh contoh?

 

Fenomena meledaknya rekaman lypsinc Keong Racun dari dua remaja dari Bandung, yaitu Jojo dan Shinta, adalah contoh telak.

Kedua gadis itu adalah bagian dari hukum yang  berpola acak (scalable), jauh dari rumus baku yang bertema rutinitas. Mereka tidak bekerja keras, tidak pernah berlatih sebelumnya, bahkan tak berniat untuk meledakkan album rekaman amatir itu. Tetapi duarrrr… Bahkan para selebritis senior yang bersusah payah bertahan untuk terus populer sekalipun, dengan kerja keras tiap hari, tak ada apa-apanya dibanding popularitas Duo Keong Racun itu. Inilah gejala yang disebut The Black Swan!

Hukum Kejutan

The Black Swan, atau angsa hitam adalah antitesa, atau sebuah contoh (fakta, temuan, gejala) yang sama sekali berlawanan dengan asumsi-asumsi umum. Dulu, ketika dunia belum mengenal Benua Australia, semua orang menganggap bahwa semua Angsa Berwarna Putih. Tetapi ternyata ada Angsa Hitam. Temuan itu, tentu saja, membatalkan semua asumsi umum.

Dalam ranah akademik atau ilmiah, formula ini bersumber dari hukum falsifikasi (pembatalan) yang diperkenalkan filsuf Karl Popper (1902-1994). Teori falsifikasi secara harfiah adalah melihat dari sudut pandang bahwa suatu premis (atau katakanlah teori) harus bisa salah, dan berupaya mencari bukti-bukti untuk mendukung terjadinya kesalahan. Sederhananya, dalam kehidupan normal, dalam atmosfir keilmuan, atau bahkan dalam keyakinan-keyakinan manusia, harus selalu siap dan terbuka terhadap kejutan baru, yang meruntuhkan kepercayaan kita yang sudah lama mengendap dalam benak.

Runtuhnya Kesombongan

Tegas-tegas buku ini “mengibarkan perang” terhadap para pakar, pebisnis, politisi, dan orang-orang yang berkibar di puncak sukses, yang terlalu percaya bahwa sukses dalam kehidupan mereka adalah bersumber dari “perhitungan cermat dan sistematis”. Karena semua itu tidaklah akan sanggup menghadapi peristiwa-peristiwa yang dianggap konyol (halaman xvii).

Misalnya saja, tatkala kehebatan intelenjen AS (yang bekerja di bawah kaidah kecermatan, kecanggihan sains dan teknologi, serta dipenuhi para pakar dan peramal ilmiah) gagal memperkirakan adanya serangan teroris pada 11 September, yang meruntuhkan WTC.

Dalam kasus-kasus yang lebih mikro, tak sedikit pula peristiwa yang berkategori konyol tetapi nyata, dan berlawanan dengan kaidah umum. Singkat kata, gagasan pokok buku ini adalah tentang kebutaan kita terhadap keacakan, deviasi atau penyimpangan, dan tirani rutinitas yang membelenggu kita. Kita harus meruntuhkan kesombongan berpikir linear, bahwa sesuatu bisa diprediksi, bahwa sesuatu bisa dikendalikan, dan bahwa sesuatu adalah efek kumulatif dari perencanaan. Tidak selalu begitu!

Sleep Walking

Buku ini pasti full recommended, bagi siapa saja yang berpikir out of the box atau think opposite. Selain ditulis dengan sangat jenaka, penuh contoh unik, berwarna dengan pilihan kata yang khas, juga yang paling penting adalah ditulis oleh orang yang tepat. Penulisnya adalah seorang filsuf, sekaligus juga pebisnis, dan mengalami berbagai peristiwa luar biasa mengejutkan dalam hidupnya.

Salah satu contoh unik yang membuka mata kita adalah bahwa para penemu teknologi dan berbagai bidang lain (misalnya farmasi, kedokteran, atau media massa), adalah orang-orang yang berkategori sleep walking. Maksudnya, para penemu itu sendiri tak sadar bahwa apa yang sedang mereka usahakan (saat penemuan itu akan lahir), sama sekali tak menduga bahwa ikhtiar mereka menjadi luar biasa. Eureka! Seperti Archimides yang terbangun dari bak mandi, karena memperhatikan air yang tumpah —dan ini tak ia rencanakan sama sekali, seperti Newton yang melihat apel jatuh. Sungguh, hidup selalu penuh kejutan. Bersiaplah…

 

2 thoughts on “Buku Tentang Kejutan dan Peristiwa Langka

  1. Informasi Detil Buku:
    Judul : The Black Swan, Rahasia Terjadinya Peristiwa Langka yang Tak
    Terduga
    Penulis : Nassim Nicholas Tayeb
    Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009
    Tebal : 479 halaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s